Sejarah Yamaha 

Yamaha Corporation (ヤマハ株式会社, Yamaha kabushiki gaisha,, pengucapan bahasa Jepang: [jamaha]) adalah perusahaan multinasional dan konglomerat asal Jepang yang menawarkan berbagai produk dan jasa. Perusahaan ini adalah salah satu komponen dari Nikkei 225 dan merupakan produsen piano terbesar di dunia. Divisi sepeda motornya dipisah pada tahun 1955 untuk membentuk Yamaha Motor Co., Ltd., dan awalnya merupakan afiliasi dari perusahaan ini. Namun, kemudian menjadi independen. Walaupun begitu, Yamaha Corporation tetap menjadi pemegang saham besar di Yamaha Motor.

Nippon Gakki Co. Ltd. (saat ini Yamaha Corporation) didirikan pada tahun 1887 sebagai sebuah produsen organ buluh oleh Torakusu Yamaha di Hamamatsu, Prefektur Shizuoka dan resmi didaftarkan sebagai sebuah badan hukum pada tanggal 12 Oktober 1897. Pada tahun 1900, perusahaan ini mulai memproduksi piano. Piano pertama yang dibuat di Jepang adalah sebuah piano tegak yang dibuat pada tahun 1900 oleh Torakusu Yamaha, pendiri Nippon Gakki Co., Ltd. kemudian

diubah namanya menjadi Yamaha Corporation. Asal usul perusahaan ini sebagai sebuah produsen instrumen musik pun masih tercermin pada logonya, yakni tiga garpu tala yang saling terkait.

Pasca Perang Dunia II, presiden Yamaha, Genichi Kawakami mengalihfungsikan sisa peralatannya dan keahlian perusahaan ini di bidang metalurgi untuk memproduksi sepeda motor. Sebanyak 125 unit Yamaha YA-1 (atau juga dikenal sebagai Akatombo, “Capung Merah”) pun berhasil diproduksi pada tahun pertama (1954) dan diberi nama demikian untuk menghormati pendiri Yamaha. Sepeda motor dua tak berkapasitas 125cc dan bersilinder tunggal tersebut dibuat sesuai DKW RT125 buatan Jerman (yang juga ditiru oleh produsen amunisi asal Britania Raya, BSA pasca perang dan diproduksi dengan nama Bantam, serta diproduksi oleh Harley-Davidson dengan nama Hummer). Pada tahun 1954, Yamaha Music School resmi didirikan. Pada tahun 1955, kesuksesan YA-1 pun membuat divisi sepeda motor dari perusahaan ini resmi dipisah untuk membentuk Yamaha Motor Co., Ltd..

Yamaha pun tumbuh menjadi produsen instrumen musik terbesar di dunia, dengan memproduksi piano, piano bisu, drum, gitar, instrumen musik tiup logam, Instrumen musik tiup kayu, biola, viola, cello, dan vibrafon, serta menjadi produsen semikonduktor, audio/visual, produk terkait komputer, peralatan olahraga, perabot rumah, logam khusus, dan robot industri terkemuka. Yamaha resmi meluncurkan  CS-80 pada tahun 1977.

Pada tahun 1983, Yamaha membuat penyintesis digital pertama yang sukses secara komersial, yakni Yamaha DX7.

Pada tahun 1988, Yamaha memproduksi perekam CD pertama di dunia.Yamaha membeli Sequential Circuits pada tahun 1988. juga membeli 51% saham Korg pada tahun 1987, namun akhirnya dibeli kembali oleh Korg pada tahun 1993

Pada akhir dekade 1990-an, Yamaha meluncurkan serangkaian kibor portable yang dioperasikan dengan baterai, dengan nama PSS dan PSR. Kibor  PSS-14 dan PSS-15 merupakan peningkatan dari PSS-7 dan terkenal berkat demonstrasi lagu pendeknya, fase pendek yang dapat dipilih, efek suara yang lucu, serta distorsi dan suara serak berkembang pada beberapa level volume saat daya baterainya melemah.

Pada tahun 2002, Yamaha resmi menutup bisnis produk panahannya yang dimulai pada tahun 1959. Enam pemanah di lima Olimpiade berhasil mendapat medali emas dengan menggunakan peralatan memanah buatan Yamaha.

Pada bulan Januari 2005, Yamaha mengakuisisi produsen perangkat lunak audio asal Jerman, Steinberg dari Pinnacle Systems. Pada bulan Juli 2007,  membeli saham yang dipegang oleh keluarga Kemble di Yamaha-Kemble Music (UK) Ltd, unit bisnis penjualan peralatan audio professional dan instrumen musik

Yamaha di Britania Raya. Perusahaan tersebut pun diubah namanya menjadi Yamaha Music U.K. Ltd pada musim gugur tahun 2007. Kemble & Co. Ltd, unit bisnis produksi dan penjualan piano di Britania Raya pun tidak terdampak.

Pada tanggal 20 Desember 2007, Yamaha menjalin perjanjian dengan BAWAG asal Austria untuk membeli semua saham Bösendorfer, dan direncanakan selesai pada awal tahun 2008. Yamaha berniat tetap mempertahankan pabrik Bösendorfer di Austria. Akuisisi terhadap Bösendorfer akhirnya diumumkan setelah NAMM Show di Los Angeles, pada tanggal 28 Januari 2008. Mulai tanggal 1 Februari 2008, Bösendorfer Klavierfabrik GmbH pun beroperasi sebagai anak usaha dari Yamaha Corp.

Yamaha Corporation juga terkenal berkat program pelatihan musiknya yang dimulai pada dekade 1950-an. Produk Yamaha pun terbukti menjadi produk yang sukses, populer, dan disegani. Contohnya  YPG-625 yang mendapat “Keyboard of the Year” dan “Product of the Year” pada tahun 2007 dari majalah The Music and Sound Retailer. Produk lain yang terkenal adalah SHS-10 Keytar, sebuah keytar ritel yang menawarkan fitur keluaran MIDI, yang biasanya hanya dapat ditemukan di kibor yang lebih mahal.

Perusahaan lain di dalam grup Yamaha Corporation meliputi:

  • Bösendorfer Klavierfabrik GmbH, Vienna, Austria.
  • Yamaha Fine Technologies Co., Ltd.
  • Yamaha Music Communications Co., Ltd.
  • Yamaha Pro Audio

 

Misi perusahaan

Kandō (感動) adalah sebuah kata dalam bahasa Jepang yang digunakan oleh Yamaha Corporation untuk mendeskripsikan misi perusahaannya. Kandō dideskripsikan sebagai sensasi kegembiraan dan kepuasan yang mendalam yang muncul dari menghasilkan kualitas dan performa yang baik. Sinonim kata Kandō dalam bahasa Indonesia adalah “menyentuh secara emosional” atau “menggerakkan secara emosional

Yamaha Music Foundation

 

Yamaha Music Foundation adalah sebuah organisasi yang didirikan pada tahun 1966 oleh Kementerian Pendidikan Jepang untuk mempromosikan pendidikan musik dan mempopulerkan musik. Organisasi tersebut melanjutkan program kelas musik yang dimulai oleh Yamaha Corporation pada tahun 1954

Produk

Yamaha berekspansi ke sejumlah bisnis dan produk. Berikut ini adalah tahun mulai dari sejumlah produk atau jasa yang ditawarkan oleh:

  • 1887 Organ buluh
  • 1900 Piano
  • 1903 Furniture
  • 1914 Harmonika
  • 1922 Peralatan audio (dimulai dengan fonograf engkol)
  • 1942 Gitar
  • 1955 Sepeda motor – dibuat oleh Yamaha Motor Company, yang awalnya adalah afiliasi dari Nippon Gakki (nama Yamaha Corporation pada saat itu), namun kini menjadi independen
  • 1959 Peralatan olahraga (dimulai dengan panahan)
  • 1959 Sekolah musik
  • 1961 Paduan logam
  • 1965 Instrumen band (dimulai dengan terompet)
  • 1967 Drum
  • 1971 Semikonduktor
  • 1992 Mobil dengan nama  OX-199
  • 2000 Yamaha Music Communications (perusahaan rekaman)
  • 2001 Yamaha Entertainment Group (perusahaan rekaman)

Penyintesis dan pengambil sampel

Yamaha mengumumkan penyintesis bernyanyi, Vocaloid untuk pertama kalinya di Musikmesse di Jerman pada tanggal 5-9 Maret 2003. kemudian juga mulai terlibat dalam penjualan dan produksi aplikasi Vocaloid, dengan Lily menjadi yang pertama. Lily lalu dijual melalui situs web Internet Co., Ltd.. Keterlibatan  berlanjut dengan seri VY, dengan VY1 menjadi yang pertama, yang diluncurkan dalam edisi mewah dan standar pada tanggal 1 September 2010. Seri VY adalah sebuah seri yang dirancang untuk menjadi sebuah produk berkualitas tinggi bagi para musisi profesional. Seri tersebut juga dirancang dengan niat untuk menetapkan standar baru bagi Vocaloid yang tidak memiliki wajah, jenis kelamin, ataupun aturan suara, namun dirancang untuk melengkapi lagu apapun. VY1 memperkenalkan pendekatan baru mengenai bagaimana perangkat lunak menangani basis data sampel dan meningkatkan performa dari mesin Vocaloid 2.

Yamaha Motor Company

Yamaha Motor Co., Ltd. (ヤマハ発動機株式会社, Yamaha Hatsudōki Kabushiki-gaisha) adalah sebuah produsen sepeda motor, produk kelautan, seperti perahu dan mesin tempel, serta produk bermotor lain asal Jepang. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1955 sebagai hasil pemisahan dari Yamaha Corporation,dan berkantor pusat di Iwata, Shizuoka, Jepang. Hingga tahun 2012, perusahaan ini melakukan pengembangan, produksi, dan pemasaran melalui 109 anak usahanya.

Di bawah kepemimpinan Genichi Kawakami,  Motor mulai memproduksi sepeda motor YA-1 pada tahun 1955. Sepeda motor berkapasitas 125cc tersebut kemudian berhasil memenangkan lomba rangka paling kuat dan tahan keropos

 

Produk perusahaan ini meliputi sepeda motor, skuter, sepeda bermotor, perahu, perahu layar, kendaraan air pribadi, kolam renang, perahu utilitas, kapal penangkap ikan, mesin tempel, ATV empat roda, kendaraan off-road rekreasional, mesin go-kart, mobil golf, mesin serbaguna, generator listrik, pompa air, mobil salju, penyapu salju kecil, mesin mobil, pemasang permukaan, permesinan cerdas, pesawat nirawak industrial, serta unit kelistrikan untuk kursi roda dan helm. Perusahaan ini juga terlibat dalam impor dan penjualan berbagai macam produk, pengembangan bisnis pariwisata, dan manajemen fasilitas pariwisata, serta layanan terkait. Penjualan sepeda motor Yamaha merupakan yang terbesar kedua di dunia dan merupakan pemimpin pasar global dalam hal penjualan kendaraan air.

Sejarah

Awal mula: 1955

Divisi sepeda motor Yamaha didirikan pada tahun 1955, dan resmi dipisah menjadi sebuah perusahaan tersendiri pada tanggal 1 Juli 1955 di Jepang, dengan dipimpin oleh Genichi Kawakami. Produk pertama perusahaan ini adalah sepeda motor silinder tunggal dua tak 125 cc (7,6 cu in), YA-1, yang merupakan tiruan dari DKW RT 125. Sejak awal, YA-1 cukup sukses dalam sejumlah ajang balap, tidak hanya memenangkan kelas 125cc pada Mt. Fuji Ascent Race, namun juga berhasil menyabet juara pertama, kedua, dan ketiga pada All Japan Auto bike Endurance Road Race yang digelar pada tahun yang sama.Kesuksesan di ajang balap pun menjadi fokus sejak saat itu. Kompetitor  di ajang balap antara lain Honda, Suzuki, dan Kawasaki.

Yamaha mulai berkompetisi di luar Jepang pada tahun 1956 dengan mengikuti Catalina Grand Prix, tetap dengan YA-1, dan berhasil menempati peringkat keenam. Pada tahun 1957, sepeda motor YA-2 resmi diluncurkan. YA-2 masih berkapasitas 125cc dua tak, namun dengan bingkai dan suspensi yang lebih baik. Pada tahun yang sama, sepeda motor YD-1 juga diluncurkan. YD-1 mirip dengan YA-2, namun mesinnya silinder ganda berkapasitas 250cc dua tak. Versi performa dari YD-1, yakni YDS-1, dilengkapi dengan mesin berkapasitas 250cc dua tak dalam rangka downtube cradle ganda. YDS-1 merupakan sepeda motor buatan Jepang pertama yang dilengkapi dengan transmisi lima kecepatan. Pada periode ini,  juga memproduksi mesin tempel kelautan pertamanya.

Sukses dan pertumbuhan: 1960-an

Pada tahun 1963, untuk pertama kalinya, Yamaha berhasil memenangkan kompetisi internasional, yakni Belgium GP, di mana Yamaha memenangkan kelas 250cc. Penjualan sepeda motor buatan perusahaan ini juga tumbuh pesat, sehingga anak usaha kemudian didirikan di Thailand pada tahun 1964 dan di Belanda pada tahun 1968. Pada tahun 1965, perusahaan ini meluncurkan sepeda motor berkapasitas 305cc dua tak. Sepeda motor tersebut dilengkapi dengan pemasok oli terpisah, yang langsung menginjeksi oli ke bahan bakar sesaat sebelum dibakar oleh mesin (biasanya pengendara sepeda motor harus mencampur bahan bakar dengan oli sebelum dimasukkan ke tangki bahan bakar pada mesin dua tak). Pada tahun 1967, sepeda motor R-1 diluncurkan dengan kapasitas 350cc dua tak.

Pada tahun 1968, Yamaha meluncurkan sepeda motor empat tak pertamanya, yakni XS-1 yang berkapasitas 650cc, sehingga performanya mirip seperti Triumph Bonneville dan BSA Gold Star. Yamaha kemudian tetap memproduksi sepeda motor dua tak dan empat tak, padahal produsen sepeda motor asal Jepang yang lain makin beralih ke sepeda motor empat tak, dimulai dengan

Era dua tak: 1970-an

Pada awal dekade 1970-an, Yamaha memperkenalkan induksi katup buluh pada rancangan berporos pistonnya untuk memproduksi RD silinder ganda dan RS silinder tunggal. Kemudian muncul rumor bahwa “RD” merupakan singkatan dari race developed, padahal “R” mengindikasikan reed valve, “D” mengindikasikan double cylinder, dan “S” mengindikasikan single cylinder. RD kemudian terus dikembangkan dan dilengkapi dengan sejumlah fitur baru, seperti roda solid, pendinginan mesin dengan udara, YPVS, dan teknologi baru lain, sehingga sangat berbeda dengan versi awalnya (sebelum digantikan oleh TZR). Sementara RS diproduksi dalam sejumlah varian oleh Yamaha dan kemudian oleh Escorts Limited di India tanpa menjadi jauh berbeda dengan versi awalnya. Selain RD dan RS, Yamaha juga memproduksi sepeda motor kecil dengan rangka baja yang dicap dan mesin berkatup cakram putar, seperti, FS1, dan rancangan V-50 dan V-80. Sementara sepeda motor trail Enduro kemudian digantikan dengan model DT. Pada tahun 1976, Yamaha meluncurkan sepeda motor empat tak multi-silinder, yakni XS-750 (dan kemudian 850), sebuah sepeda motor 750cc tiga silinder dengan penggerak akhir poros. Pada tahun 1978, model empat silinder pertama , yakni XS-1100 juga diluncurkan dengan penggerak poros. Walaupun lebih berat

daripada kompetitornya, sepeda motor tersebut dapat memenangkan sejumlah balap ketahanan.

Pada dekade 1970-an, perusahaan ini juga mulai memproduksi sepeda motor off-road untuk balapan maupun rekreasi. Pada tahun 1973, Yamaha memperkenalkan suspensi belakang tunggal pertama dengan merek “Monoshock”.Suspensi tersebut pertama kali dipakai pada Yamaha YZ-250 yang masih diproduksi hingga saat ini.

Selama dekade 1960-an dan 1970-an,  terus mengikuti ajang balap. XT500 pun berhasil memenangkan Paris-Dakar Rally

Diversifikasi dan inovasi: 1980-an

Pada tahun 1980, kombinasi antara selera masyarakat dan aturan pemerintah membuat mesin empat tak makin populer. Suzuki pun mengakhiri produksi seri dua tak GT, termasuk GT-750 berkapasitas 750 cc dua tak pada tahun 1977. Kawasaki, yang cukup sukses selama dekade 1970-an dengan mesin dua tak berkapasitas 250cc, 350cc, 500cc, dan 750cc, juga mengakhiri produksi mesin dua tak pada tahun 1980. Walaupun begitu, tetap menjual sepeda motor dua tak selama dekade 1980-an. Sepeda motor tersebut berorientasi pada performa dan dirancang untuk mencapai performa yang baik dengan memanfaatkan bobot mesin dua tak yang ringan. RZ-250 yang diluncurkan pada tahun 1980 merupakan pendahulu dari seri ini. RZ-350 cukup populer sebagai sepeda motor hot-rod pada dekade 1980-an, dan tetap dijual di sejumlah negara hingga awal dekade 1990-an.

Selama dekade 1980-an, industri sepeda motor perlahan-lahan beralih dari memproduksi model sederhana yang serbaguna dan dirancang untuk digunakan pada sejumlah keperluan, menjadi menawarkan lebih banyak sepeda motor yang terspesialisasi dan dirancang untuk digunakan pada keperluan tertentu, seperti balap dan performa, perjalanan jauh, balap motocross, ketahanan dan off-road rekreasional, serta perjalanan jauh. pun beralih dari hanya menawarkan sedikit Universal Japanese Motorcycle (UJM) pada awal dekade 1980-an menjadi menawarkan lebih banyak jenis sepeda motor yang terspesialisasi pada akhir dekade 1980-an.

Sepeda motor XV750 yang diluncurkan pada tahun 1981 dilengkapi dengan mesin empat tak V-twin berpendingin udara dan bergaya perjalanan jauh, sehingga menjadi salah satu sepeda motor buatan Jepang pertama yang bergaya perjalanan jauh. Pada akhir dekade 1980-an, Yamaha menawarkan lusinan sepeda motor bergaya perjalanan jauh dalam berbagai varian.

Sementara sepeda motor RZV500 merupakan salah satu “replika sepeda motor balap” pertama, karena sangat mirip dengan sepeda balap yang digunakan oleh Kenny Roberts. Sepeda motor tersebut dilengkapi dengan mesin dua tak

berpendingin cairan yang berkapasitas 500cc dalam konfigurasi V4. Sepeda motor tersebut juga dilengkapi dengan bingkai perimeter dan fairing penuh.

Sepeda motor berperforma tinggi yang lebih populer dan praktis untuk digunakan di jalan raya diperkenalkan pada tahun 1985, yakni FZ750 yang dilengkapi dengan mesin empat silinder segaris empat tak 750cc. FZ750 merupakan salah satu sepeda motor pertama yang dilengkapi dengan kepala silinder lima katup. FZ750 juga dilengkapi dengan blok silinder yang miring ke depan sebanyak 45 derajat, dan bingkai perimeter baja kotak. FZ tetap diproduksi hingga tahun 1991.

Sepeda motor lain yang berorientasi pada performa adalah Yamaha RX-Z, yang diperkenalkan pada tahun 1985 sebagai sebuah sepeda motor sport dua tak yang terkait dengan RX-135 dan Yamaha RD-135, karena meminjam sasis dan platformnya. Awalnya dilengkapi dengan transmisi lima kecepatan, serta rem depan cakram padat dan rem belakang tromol, sepeda motor tersebut pun populer di Malaysia dan Singapura. Kemudian transmisi dari RX-Z diganti menjadi enam kecepatan. Panel instrumen dan sakelar di setangnya juga diperbarui. Rem depan RX-Z juga diganti menjadi cakram yang dibor silang. Desain tersebut kemudian bertahan hingga tahun 2004, dengan lampu belakang RX-Z disamakan dengan lampu belakang Y125Z, sementara lampu depannya diperbarui. RX-Z kemudian juga dilengkapi dengan konverter katalitik, sehingga tenaganya berkurang menjadi 19bhp, namun torsi maksimumnya tidak berubah, dan justru torsi di putaran rendahnya meningkat. Sejumlah pemilik RX-Z model lama pun mengalami masalah saat hendak melaju, karena mesin cenderung akan mati saat pengendara yang kurang berpengalaman mencoba melaju di gigi pertama. Namun, masalah tersebut dapat diselesaikan pada model baru. Di Malaysia, RX-Z diasosiasikan dengan pebalap jalanan dan masuk dalam sejumlah film di Malaysia. Pada tahun 2011, produksi RX-Z resmi dihentikan.

Sepeda motor performa dan pemisahan merek: 1990-an

Pada tahun 1998, Yamaha memasarkan sepeda motor empat silinder 1000cc yang diberi nama YZF ‘R1’. Sepeda motor tersebut dilengkapi dengan desain gearbox baru, sehingga ukuran mesinnya dapat lebih pendek dan memungkinkan mesinnya untuk diletakkan lebih di depan, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kendali sepeda motor yang lebih pendek tersebut.

Pada tahun 1995, Yamaha memperkenalkan merek Star Motorcycles untuk sepeda motor perjalanan jauh buatannya yang dijual di Amerika, salah satu pasar sepeda motor perjalanan jauh terbesar di dunia.

Ekspansi dan konsolidasi: 2000-an

Pada tahun 2007, Yamaha mendirikan anak usaha bernama Yamaha Motor Philippines, Inc. untuk mendistribusikan sepeda motor buatannya di Filipina.

Pada bulan Oktober 2017, Yamaha membeli sebuah produsen mesin kecil, yakni Subaru Industrial Power Products milik Subaru. Mesin buatan perusahaan tersebut biasanya digunakan pada pemotong rumput, generator, dan pompa air.

Balap motor

Di balap sepeda motor, Yamaha telah memenangkan 39 kejuaraan dunia, termasuk 7 di MotoGP dan 10 di kelas 500 cc dua tak, serta 1 di World Superbike. Selain itu, Yamaha juga telah menang sebanyak 208 kali di Isle of Man TT dan menjadi yang paling sering menang di Sidecar TT dengan 40 kemenangan. Pembalap yang pernah memakai sepeda motor antara lain Jarno Saarinen Giacomo Agostini, Bob Hannah, Heikki Mikkola, Bruce Anstey, Kenny Roberts, Eddie Lawson, Wayne Rainey, Jeremy McGrath, Stefan Merriman, Dave Molyneux, Ian Hutchinson, Phil Read, Chad Reed, Ben Spies, Jorge Lorenzo, dan Valentino Rossi. Sementara pembalap saat ini adalah Fabio Quartararo dan Maverick Viñales.

YZ450F berhasil memenangkan AMA Supercross Championship dua kali berturut-turut, yakni pada tahun 2008 dengan Chad Reed, dan pada tahun 2009, dengan James Stewart. Yamaha merupakan yang pertama untuk memproduksi sepeda motocross monoshock (tahun 1975 untuk 250 dan 400; tahun 1976 untuk 125) dan merupakan salah satu yang pertama untuk memproduksi sepeda motocross berpendingin air. Sepeda motocross empat tak pertama buatan Yamaha, yakni YZ400F, berhasil memenangkan USA Outdoor National Championship tahun 1998 dengan pebalap Doug Henry.

Sejak tahun 1962, Yamaha juga memproduksi sepeda motor Grand Prix yang hanya dapat dibeli oleh pembalap jalanan berlisensi. Pada tahun 1970, tim non-pabrikan mendominasi 250cc World Championship, dimana Rodney Gould asal Britania Raya berhasil memenangkan kejuaraan tersebut dengan mengendarai TD2

Masuknya Sepeda Motor  Pertama Kali ke Indonesia

Awal masuknya sepeda motor Yamaha ke Indonesia adalah melalui importir umum. Hal ini dikarenakan pabrik motor yamaha belum ada di Indonesia. Tahun 1973 adalah awal pertama kali masuk ke Indonesia dari pabrikannya di Jepang

Barulah pada tahun 1974, yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) berdiri. Perusahaan ini memproduksi sepeda motor di indonesia. Sementara itu, untuk perakitan sepeda motor sudah dilakukan sejak tahun 1969 dimana semua komponen didatangkan dari Jepang.

Target utama penjualan motor yamaha adalah untuk masyarakat kelas menengah. Meskipun demikian, perusahaan ini tetap memproduksi berbagai merk untuk berbagai kelas ekonomi di Indonesia maupun pasar global.

 

Bukan hanya di Indonesia, Yamaha yang merupakan perusahaan asal Jepang ini telah merambah ke segala penjuru dunia termasuk Asia, Amerika, Eropa, Australia, Korea dan Malaysia. Untuk mendapatkan sepeda motor dari Yamaha semakin mudah dengan menghubungi dealer resmiyang telah tersebar di berbagai wilayah.

Motor dari Yamaha pun banyak digunakan berbagai kalangan untuk kepentingan pribadi maupun usaha. Banyak pula instansi yang memanfaatkannya untuk mempermudah mobilitas karyawannya. Kami sebagai dealer resmi  untuk wilayah Bandung, Kiaracondong, Ciparay, Rancaekek, Purwakarta, Karawang, Sukabumi, Majalengka, Cirebon, Tasik dan Banjar menyediakan berbagai pilihan tipe sepeda motor  yang bisa anda dapatkan dengan cash maupun kredit.

 


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *